Dunia Kecilku

Life with a Better Quality

Curhat Pak Mlijo

Beberapa hari ini tukang sayur ku tak kunjung terlihat. Seminggu mungkin dia absen berjualan.
Namanya Kholik, orangnya kurus, warna kulit sawo matang, yaa cukup .. baek lah cos dari ibu2 perumahan yang beli dagangannya dia selalu beri aku kortingan... heheh (selalu saja namanya juga ibu2 pasti doyan di korting heheheh...) Back to the story..

Dan kemarin, terlihat lah dirinya. Di depan rumah tetangga, dengan tampang lesu. dia bicara
"butuh apa mbak..." ya saya langsung aja liat gerobak yang ia bawa... cupat cuput selesei deg belanjanya... bayar dan masuk lagi ke dalam rumah mo masak...
sebelum aku masuk, aku bertanya.. "pak, mo minum yah.. kok kayaknya lemes bgt gitu.."
dan ia pun berkata "nggeh, mbak.." ia pun duduk di teras rumah... setelah aku bawakan air mineral gelas.. ia pun berkata beberapa hari ini ia, ngga kerja, ngga jualan... dan hanya merawat 2 anaknya. yang pasti aku mendengarkan sajalah curhatnya... (siapa saja butuh, teman untuk berbagi... tidak memandang kaya miskin, jelek cantik... kita sama saja kok di dunia ini) dan di teruskan nya ceritanya. Saat ia bilang "kulo lagi di coba mbak...(matanya memerah dan terlihat air mata yang jatuh di sela-sela hidung" seketika itu.. hatiku bilang... "daraaaam.. serius niyh kayaknya ceritanya...
Dia bercerita, kalau sekarang istrinya lari dengan pria lain... dan kedua anaknya di tinggal begitu saja, apalagi si anak yang terakhir masih 26 bulan. (waow... 2 tahun 4 bulan. masa lucu dan lincah anak umur segitu ) dan si anak yang masih 26 bulan itu tiap malam menangis mencari ibunya. Yah,.. namanya juga lagi curhat sedih ya... menangis lah.. yang dia lakukan hanya mengusap air matanya dengan handuk yang ada di pundaknya... ia pun bilang... "kok yoh iso kedaden iki nang aku, mbak" (" kok bisa kejadian ini menimpa saya"). Dia bilang apa aku terlalu sibuk dengan urusanku, hingga istriku terbebgkalai... karna sesuai dengan ceritanya.
Jam 2 dini hari ia sudah keluar rumah tuk mengisi gerobak dagangannya ( kulakan kt. org jawa)
start jam 2 dini hari - jam 3 sore ia kerja. mulai dari mlijo sampai balik lagi kepasar membayar semua barang yang di ambil dari para penjual sayur mayur yang ia beli.
jam 6 ia pergi beribadah sampai jam 10 malam.. di masjid, sholat, tadarus, ngaji.. dsbnya untuk amal diakhirat nanti.. dan jam 11 ia istirahat dengan keluarganya praktis... dalam 24 jam ia hanya sehikit waktu untuk keluarganya.... Dan sekarang yang keluar dari bibirnya adalah, "kulo tasih pengen bojo kulo mbali teng kulo, meski tah ati kulo loro bgt tapi kulo tasih pengen rumah tangga bareng2 maleh "translatenya : saya masih pengen istri saya kembali lagi ke saya. saya masih ingin berumah tangga lagi dengannya "
dan aku pun membesarkan, hatinya. iya pak.. semua tuh pasti ada cobaannya tinggal kita ajah kuat iman ato ga... yang jelas, pak kholik harus bisa memberikan pengertian ke anak-anak sampeyan ("kamu"), Ia pun lanjutkan bicaranya "wonten adekku kulo sangking ndeso, mriki kok mbak nemenin anak2 kulo tapi nggeh mboten suwi...." Translate nya : ada adekku dari desa, kesini kok nemeni anak2 ku tapi yah nggak lama" mhhh... kasian banget.. batinku,
dan aku pun hanya bisa berkomentar, sabar nggeh pak kholik di bawa doa saja. dia jawab nggeh mbak,,matur suwun,,,"iya mbak terimakasih" lalu ia pamitan dan menyalakan lagi mesin motornya,, lanjut berjualan.
Dan,, kagetnya aku di sore hari, baby suster sebelah rumahku bilang dan mengulas cerita si mlijo kalo istrinya cantik banget, masih muda, putih dan katanya mirip dengan artis jihan fahira...
seketika itu, aku langsung tertawa,... dan di kepalaku,langsung mengingat bahwa si mlijo masih ingin berumah tangga lagi dengan istrinya, tak peduli betapa sakit hatinya.... hehehehe..."yah gimana lagi istrinya cantik banget... gitu. "

Banyak hal yang bisa aku ambil dari cerita si mlijo. satu saja point penting untuk seseorang yang hidup dengan keluarga dan karier, yaitu... Harus pandai-pandai mengatur waktu.

Dari semua yang aku posting saat ini hanya perlu dua saja point nya
Iman yang kuat dan rasa sayang kita untuk keluarga.


2 komentar:

Lina Marliana mengatakan...

Si istri pasti sadar banget klo dia itu cantik, dan merasa dirinya ga pantes kalo hanya sekedar jadi istri tukang sayur meski wajahnya tampan sekalipun.. Palagi kurangnya iman, jadi gampang banget terpengaruh bujukan orang..
Andai ada org berkata padanya: " Neng..kamu tuh cuantiikk banget kayak bintang pilem.. kenapa ga ikutan casting aja buat main senetron.. ? klo mau aku ada teman lho yang bisa.......bla..bla..bla.."
Akhirnya...karena ketidakpuasan jd istri seorang tukang sayur dan kurangnya iman, pastilah dia akhirnya memilih pergi mengikuti org itu...

19 November 2009 07.06  
Tika Sumadiyono mengatakan...

Mbak Lina : iya benar sekali, dia merasa cantik, badan OK, wajah OK, kenapa dia harus mau menunggui suaminya yang kerjanya cuman mondar-mandir bawa sayuran, waktu pun juga sedikit mungkin bisa di bilang ga ada waktu untuk berdua...
tapi terlepas, dari itu semua, aku kasian ma anak2nya masih terlalu kecil.
Gimana yah ntar kalo mereka dah besar masih mau menganggap ibu nggak yah mereka??...

19 November 2009 11.01  

Posting Komentar