Dunia Kecilku

Life with a Better Quality

Manusia dengan Kekhawatiran


Konon profesi peramal merupakan salah satu profesi paling laris. Apalagi sekarang dengan kemajuan teknologi komunikasi saat ini memungkin kan peramal untuk mempromosikan diri, tujuan nya hanya satu untuk membangkitkan minat orang untuk di ramal.

(seperti banyak yang kita lihat di TV ketik Reg spasi *** kirim ***)

Mengapa kita sedemikian tertariknya pada ramalan ? inti jawaban yaitu karena kita sering penasaran dengan apa yang akan terjadi dengan masa depan. 
Mengapa kita penasaran dengan masa depan ? karena kita ragu bahwa masa depan akan baik-baik saja atau sebaliknya. Sebab jika kita yakin bahwa masa depan kita akan berjalan mulus kita tidak perlu was-was atas apa yang akan kita alami di masa mendatang. 
Memang terkadang hati kita di liputi oleh kekhawatiran apakah masa depan kita akan berjalan sesuai dengan harapan ?  

dua minggu lalu saya berjalan2 dengan keluarga di pantai kenjeran.Hihi .. hanya 1 pantai di surabaya ya, namanya Pantai ria kenjeran. Pantai yang tidak terlalu terawat,tapi aku suka dengan laut,jadi kalaupun ke pantai mata ini serasa lega sekali melihat hamparan air yang luas sekali dari kiri ke kanan kemudian dari tepi pantai sampai ujung laut yang sangat jauh sekali yang ada di kepala dan hati ini, cuma satu sungguh besar kuasanya. Memandang jauh ke tengah laut seolah memandang jauh ke masa depan. Nah sewaktu di pantai itu aku mempunyai kesempatan melihat garis horison di pinggir pantai,mungkin ada yang tak jelas apa itu garis horison. Garis horison adalah garis mendatar yang seolah-olah menjadi pembatas antara bumi dan langit. Jaman dahulu garis horison di salah artikan sebagai ujung dunia,sehingga jika kita bergerak melewati garis itu maka kita akan terjatuh ke jurang. 

Nah sekilas kalimat yang ada pada paragraph kedua mengartikan bahwa hidup kita hanya akan baik-baik saja sampai kita tiba di garis paling ujung itu karena garis ujung itu adalah batas kemampuan pandangan kita. Maka ketika kita memandang hidup jauh kedepan,kita lebih sering khawatir atas apa yang akan terjadi setelah garis ujung itu terlampaui. Karena itulah pemahaman bahwa bumi ini bulat sehingga kita pun bisa memahami pula garis horison bukanlah ujung akhir dari dunia. Betapa pendek nya kita bila berpikir seperti itu ? Jadi jika kita bergerak melewati garis horison itu,kita tidak akan terjatuh,kita bisa terus bergerak,bisa terus berlari,maju dengan aman dan leluasa. Selain itu ketika kita naik perahu motor menuju tengah laut,kita tidak benar-benar 'tiba' di garis horison itu sehingga jika kita berusaha melewati garis itu,garis itu tak akan dapat kita tangkap. Ketika kita mendekatinya sang garis menjauh seolah memberikan ruang yang lebih luas,bagi kita untuk terus mejelajah tanpa mengenal lelah.

Tentang garis horison ini aku punya satu cerita lucu, saat aku masih kecil kalo tak salah saat aku SMP mama, papa, aku dan adikku berlibur ke Bali mhh..salah satu tempat yang indah selain itu banyak keluarga juga masih bertempat tinggal disana, dan kita pun tak melewatkan melihat pantai kuta, kata tante di kuta bisa sewa motor boat tuk melihat laut. In short papa sewa perahu tuk memperlihatkan ku indah nya laut biru dari dekat. aku yang sudah ada di atas perahu boat berkata dengan pemilik boat yang yang asli orang bali. 
"Ajung,lihat garis itu, kita sampai dari sana kemudian balik lagi ke bibir pantai.." 
(ajung tuh artinya bapak kalo bahasa bali-nya) " 
si ajung pun berkata " garis itu semu dek, jangan dilihat dari garis itu.. lihat ke depan dan lihat sekitarmu saja kita tidak akan sampai di garis itu."
mendengar hal itu... otak ku tak henti nya mengolah kata2 nya berkata kenapa kok bisa seperti itu ? sembari tanganku, aku celupkan di birunya air. mhhh .. rasanya tenang luas sekali lautan ini, perahu pun berhenti tepat di tengah laut. Biru sekali  airnya dan si ajung pun berkata lagi "ini nama nya pecah laut, jadi yang dibibir pantai itu air nya hanya terlihat putih tapi di tengah sini airnya benar-benar biru" dan si ajung pun menyuruh ku melihat di sekitar boat nya.
Bagus sekali pemandangan nya... ikan ikan di mana, aku melihat lobster dan katanya di tempat aku berhenti itu boleh memancing, tapi karena kita mendadak pergi dan sewa boat so, ya liat2 ajah deh. 
Dan sekarang seperti yang aku posting saat ini. Semua pertanyaanku dengan si ajung sekarang semua terjawab semua. Segigih apapun kita mengejar garis horison tak akan dapat kita gapai karena semua semu, fatamorgona. Setiap kali kita bergerak mendekatinya setiap kali itu pula dia bergerak menjauh.


Jadi apa sih hubungan antara garis horison dengan ramal meramal. Garis horison adalah pembatas antara wilayah yang dapat kita lihat dengan wilayah yang tidak dapat kita lihat. kita bisa melakukan apa saja dengan wilayah yang ada saat ini, mejelajah dengan leluasa, melakukan yang terbaik. 
Dan jikalau kita bergerak mendekati garis horison itu, maka kita tidak akan mampu untuk melewati wilayah itu. Barangkali hidup serupa dengan hal itu,meskipun kita sering di batasi oleh sempitnya daya pandang, namun ketika kita menjalani hidup ini dengan sungguh-sungguh lalu kita bergerak maju untuk mengeksplorasi inchi demi inchi wilayah itu ternyata garis itu tidak benar2 ada. Alhasil kita bergerak secara konsisten bergerak maju menghadapi hidup, melakukan apa yang harus kita lakukan dan menjelajah tanpa mengenal lelah. 

Nah sekarang bayangkanlah jika kita menghadapi hidup dengan penuh ketakutan dan keterbatasan pandangan. Maka hal itu menjadikan kita terdiam dan jangkauan kita tak akan pernah bertambah. bahkan mungkin di kurung oleh pesimistis dan ketakutan semua. 
Sebaliknya jika kita menjalani hidup dengan keyakinan bahwa dunia sangatlah luas, maka bukan saja kita akan menjadi seorang yang bebas dari rasa was-was atas keterbatasan yang ada, lebih dari itu kita bisa bersahabat, bermain, dan bercengkrama dengan garis horison ketika kita berlari ia pun ikut berlari sehingga setelah kita sadar kita telah mejelajah jauh sekali dan dititik itulah kita akan menemukan betapa besarnya rahmat tuhan. memberikan apa yang kita inginkan dan menyehatkan tubuh kita untuk menikmati semua yang ada di kehidupan ini. 

2 komentar:

Lina Marliana mengatakan...

Hidup itu penuh misteri.. Tak seorang pun yg tahu pasti apa yg akan terjadi dikemudian hari, semua itu adalah Rahasia Allah. Tugas kita sebagai makhluk Allah, adalah menjalani kehidupan ini dgn baik sesuai dgn ajarannya dan petunjuknya.
Namun kenyataan bahwa orang cenderung ingin mengetahui bagaimana nasibnya kelak.. akankah bahagia ? atau mungkin sebaliknya ? adalah benar..
Ramal meramal, sdh lama menimbulkan kontro versi. Dalam agama Islam disebut syirik (dalam postinganku ttg zodiak, ada yg nyata2 menunjukkan ketidak sukaannya akan ramal meramal, bahkan sampai berkomentar dengan menyebutkan ayat Al Qur'an yg menyatakan bahwa syirik itu dilaknat oleh Allah). Namun sebagian orang yg lain menganggapnya hanya wacana. Percaya tidak percaya akan hal ramalan itu terserah diri sendiri bagaimana menyikapinya.
Apalagi yg meramal juga manusia, mesti dikatakan seorang peramal itu mempunyai indra penglihatan yg lebih, namun tetap aja sebagai manusia dia tidak bisa melebihi Allah Sang Penciptanya.
Tp menurutku, ada sedikit sisi positif dari membaca ramalan.. Kita bisa mengantisipasi hal buruk yg mungkin akan terjadi dikemudian hari.. Atau kita bisa termotivasi untuk lebih berusaha mendapatkan apa yg kita ingin dapatkan dikemudian hari..
Gitu aja deh komenku.. (hmm.. belum melenceng dari topik postingan khan ? heheehe?

15 Desember 2009 14.54  
Tika Sumadiyono mengatakan...

iya betul dan setuju.
Saya juga ga munafik kok, kalo ketemu peramal, bawa'annya latah pengen coba lah, pengen tau lah... hihihi .. just for fun ajah ga lebih dari itu :)

16 Desember 2009 09.05  

Posting Komentar